Merdeka

Pada tanggal 20 Mei 2015 saya dibuat penasaran dengan hastag #RIPHMD yang berseliweran di timeline twitter saya. Setelah saya telusuri, hastag #RIPHMD merupakan ungkapan belasungkawa atas kematian pemilik akun twitter @hmd. Muhammad Hamid, itu nama lengkapnya. Sayangnya saya baru tahu tentang beliau justru setelah beliau berpulang kepada-Nya. Banyak pelajaran hidup yang saya dapat setelah membaca timeline twitter dan blog pribadnya.

Karena saya tidak pernah bertemu dan berinteraksi langsung, saya tidak bisa cerita banyak tentang Mas Hamid. Tapi berdasarkan pengakuan di blog pribadinya, Mas Hamid punya banyak teman. Teman beliau cukup warna-warni, mulai dari yang pol mentok bawah sampai yang bisa dibilang berada. Dan sepertinya beliau tidak mau pilih-pilih dalam berteman. Bahkan beliau tidak keberatan untuk berteman dengan orang yang dianggap tidak normal oleh sebagian orang.

Sebagian besar teman Mas Hamid adalah para penggiat dunia digital. Kalau ingin tahu lebih banyak tentang Mas Hamid, bisa membaca tulisan teman-temannya tentang beliau. Diantaranya serial tulisan #NjagongHamid di Jagongan.Org.  Silahkan searching juga hastag #RIPHMD di twitter.

Seperti yang ditulis salah satu temannya, Mas Hamid itu seperti Nokia buat teman-temannya, connecting people. Banyak teman Mas Hamid yang mendapat teman baru setelah diperkenalkan oleh beliau. Saya termasuk orang yang merasakan keampuhan connecting people Mas Hamid. Karena membaca salah satu tulisan di blog pribadi Mas Hamid, saya jadi kenal dengan kang Irwan Kartadipura. Salah satu teman lama Mas Hamid di Bancakan, komunitas startup Jogja.

Kang Irwan adalah pemilik blog PriaMalas.Com yang juga pemilik Maliome, salah satu co-working space yang ada di Jogja. Maliome juga merupakan holding company dari beberapa startup seperti IndoCPA, Mobbiggr dan Addota. Di blog PriaMalas.Com, kang Irwan menawarkan pendanaan untuk startup baru. Saya termasuk orang yang mengajukan proposal pendanaan kepada kang Irwan untuk bisnis baru yang sedang saya rintis.

Alhamdulillah saya sudah dapat pendanaan dari Kang Irwan, bahkan sebagian dana ditransfer sebelum saya dan kang Irwan bertemu langsung. Saya tidak tahu kenapa kang Irwan bisa langsung percaya dengan saya padahal saya hanya menulis proposal alakadarnya. Mungkin karena di proposalnya saya menulis nama Mas Hamid, heuheuheu.

Bagaimanapun juga, saya tahu blog PriaMalas.Com setelah saya blogwalking di blog pribadi Mas Hamid. Walau saya belum pernah bertemu langsung, Mas Hamid termasuk salah satu orang yang tidak akan pernah saya lupakan dalam hidup saya.

Beberapa tulisan Mas Hamid memberi pencerahan buat saya. Salah satunya tulisan beliau yang jadi inspirasi judul postingan ini. Tulisan surat terbuka berupa ajakan kepada teman-temannya yang sudah berkecukupan agar menyisihkan sebagian rezekinya untuk diberikan kepada orang yang membutuhkan modal usaha. Menurut Mas Hamid, kalau kita membantu seseorang membangun sebuah bisnis itu sama dengan memerdekakan orang tersebut.

Saya sangat setuju dengan ajakan Mas Hamid pada tulisan tersebut. Semoga suatu saat saya bisa mewujudkannya. Keadaan saya saat ini belum memungkinkan untuk itu. Justru saat ini saya sedang berjuang mewujudkan kemerdekaan saya sendiri.

Membantu orang lain tidak harus dalam bentuk uang. Tapi bisa juga dalam bentuk pengetahuan, keterampilan dan waktu. Itulah yang diberikan oleh Mas Hamid kepada sebagian teman-temanya. Itu pula yang pernah ditawarkan Mas Hamid kepada pengunjung blog pribadinya. Dan postingan yang berisi tawaran itu pula yang mengantarkan saya pada postingan yang berisi tawaran pendanaan bisnis dari Kang Irwan. Jadi secara tidak langsung, Mas Hamid sudah membantu saya. Kalau tidak pernah tahu Mas Hamid mungkin saya juga tidak akan pernah kenal dengan Kang Irwan.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *