SakolaSaya

Almarhum ibu saya meninggal ketika umur saya 2 tahun. Tidak ada satu pun kenangan yang saya ingat tentang beliau. Tapi Alhamdulillah, ibu saya meninggalkan kenangan yang baik kepada para tetangga di kampung. Ibu saya seorang guru, banyak tetangga yang pernah menjadi muridnya. Dari para tetangga saya sering mendengar cerita baik tentang beliau ketika menjalani perannya sebagai guru.

Mungkin karena faktor ibu saya, ketika dewasa saya memilih guru sebagai salah satu profesi saya. Lebih tepatnya sebagai panggilan hidup. Awalnya seperti guru pada umumnya, saya mengajar di kelas. Waktu itu saya menjadi guru bidang komputer pada sebuah Yayasan di Bekasi. Selain mengajar anak-anak yang tinggal di Yayasan, saya juga mengajar orang-orang yang cukup umur dari luar Yayasan.

Saya mengalami problem ketika mengajar orang yang cukup umur. Mereka cepat paham apa yang saya ajarkan , tapi cepat pula lupanya. Buku panduan yang saya buatkan untuk mereka, tidak terlalu membantu. Akhirnya saya membuat Video Tutorial yang saya kemas ke dalam CD/DVD, agar mereka bisa mengulang pelajaran lebih mudah.

Seiring berjalannya waktu, banyak murid saya yang menjadikan Video Tutorial yang saya buat sebagai media belajar mandiri. Mereka tidak lagi mengikuti pelajaran saya dikelas. Saya pun akhirnya fokus membuat beragam judul Video Tutorial, meninggalkan kegiatan mengajar di kelas.Selanjutnya saya mendirikan perusahaan penerbitan Video Tutorial dengan merek ProActive.

Berkat Video Tutorial ProActive, saya pernah mengalami masa-masa kejayaan, bahkan perusahaan saya bertambah satu bernama DistroMedia. Bergerak di bidang distribusi software dan multimedia. Sebagai pengusaha, saya menerbitkan dan menjual Video Tutorial yang dibuat orang lain. Namun saya tetap menjalani sebagian profesi guru yang saya cintai, karena saya juga masih membuat Video Tutorial. Tapi karena tidak seperti guru pada umumnya, saya menyebut profesi guru seperti ini sebagai #GuruDigital. Mengajar banyak orang, tanpa bertemu secara langsung.

Singkat cerita, ProActive dan DistroMedia akhirnya mengalami kebangkrutan. Setahun yang lalu saya menutup operasional bisnisnya dan terpaksa memberhetikan semua karyawan. Saya tidak perlu ceritakan penyebabnya apa. Tentu ada faktor kesalahan saya pribadi, entah kecil atau besar. Yang pasti saya mendapat pelajaran hidup yang sangat berharga.

Setelah mengalami kebangkrutan, saya terpikir untuk mencoba bisnis lain. Tapi saya merasa panggilan hidup saya adalah menjadi guru, walaupun hanya #GuruDigital. Sudah lama saya mengamati, penerbit Video Pembelajaran di luar negeri semuanya mentransformasi binis pembelajarannya ke platform online (berbasis web). Mereka tidak lagi menerbitkan video pembelajaran dengan mengemasnya ke dalam CD/DVD.

Sebenarnya ketika bisnis penerbitan Video Tutorial ProActive masih berjalan, saya sudah punya keinginan mengembangkan platform berbasis web untuk mempublikasikan video tutorial yang saya buat. Tapi saya tidak punya sumber daya yang cukup untuk mewujudkannya. Pernah terpikir menggunakan platform yang sudah ada, yaitu Udemy. Tapi harga yang berlaku di Udemy hanya dollar, dan hanya menerima pembayaran via PayPal.

Alhamdulillah 6 bulan yang lalu saya menemukan software siap pakai untuk membangun platform pembelajaran online. Software LMS (Learning Management System) GURU yang berjalan pada platform Joomla. Harganya lumayan terjangkau. Fitur yang tersedia pada software tersebut sudah cukup memadai untuk menjalankan proses belajar mengajar secara online.

Software LMS GURU itulah yang saya pake untuk membangun website SakolaSaya.Com. Website SakolaSaya baru saya launching awal tahun 2015, karena menunggu beberapa fitur tambahan pada LMS Guru. Saya membangun website SakolaSaya seorang diri, jadi wajar kalau tampilan dan fitur yang ada masih seadanya. Fokus saya saat ini adalah memproduksi konten, yaitu video-video pembejaran untuk kursus online yang akan saya pandu. Selain mempublikasikan kurus online berbayar, di SakolaSaya saya juga mempublikasikan kursus online gratisan.

Selain untuk mempublikasikan kursus online yang saya buat. SakolaSaya juga terbuka untuk kerjasama dengan pihak lain yang ingin mempublikasikan kursus online yang dibuatnya. Tapi untuk saat ini, saya tidak ingin terlalu aktif mengajak orang lain mempublikasikan kursus online di SakolaSaya

Dalam hal bisnis dan finansial saya tidak ingin memasang target yang muluk-muluk. Yang paling penting bagi saya adalah bagaimana memproduksi media pembelajaran yang berkualitas. Dan yang lebih penting lagi, bagaimana agar murid yang belajar melalui kursus online yang saya buat bisa paham apa yang saya ajarkan, sehingga mereka memiliki modal pengetahuan yang cukup untuk berkarya.

Alhamdulillah kalau seandainya saya mendapatkan keuntungan finansial yang mencukupi dari SakolaSaya. Sebagain dari apa yang saya dapatkan tentu akan saya gunakan lagi untuk terus memproduksi media pembelajaran digital. Sebagian lagi akan saya gunakan untuk mewujudkan proyek sosial yang saya rencanakan sejak lama.

Tapi kalau secara finansial SakolaSaya belum bisa saya jadikan sebagai sumber penghasilan. Saya terpaksa mencari pekerjaan lain untuk menghidupi keluarga. Untuk sementara SakolaSaya akan saya jadikan usaha sampingan. Tapi bagaimana pun keadaannya saya akan tetap berusaha menggeluti profesi #GuruDigital baik secara full time maupun part time. Semoga komitmen saya ini membuat almarhum ibu saya tersenyum .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *